Kamis, April 23, 2015

Rindu Pulang Kampung

Entah kenapa tiba-tiba terbesit rasa rindu ingin pulang ke kampung halaman dengan membawa serta istri dan anak...maklum, sejak selesai kuliah di Malang dan hijrah ke Jakarta bulan Oktober 1998, baru dua kali saya pulang kampung. Yang pertama sekitar bulan April 2006, itupun kebetulan ada tugas dinas ke kota Maumere dalam rangka monitoring dan asistensi keuangan ke salah satu LSM Lokal di Maumere (Yayasan Cinta Kehidupan), untuk proyek Studi dan Advokasi Hak atas Pendidikan dan Layanan Kesehatan kerja sama LP3ES Jakarta dengan NZAID (New Zaeland AID).




Karena jarak Maumere-Larantuka hanya butuh waktu sekitar 6-8 jam perjalanan darat, saya memberanikan diri untuk minta cuti ke atasan selama 3 hari untuk pulang ke kampung halamanku di desa Blepanwa-Kecamatan Demon Pagong Kab.Flores Timur. Tiga hari di kampung terasa sangat pendek karena 2 harinya habis untuk perjalanan ke Larantuka mengikuti acara Pesta Komuni Pertama Ponakan di Gewayantana dan menemani Kepala Desa Blepanawa saat itu, Bapak Paulus Sani Lein untuk menghadiri acara kunjungan kerja anggota Komisi C DPRD NTT di Kantor Camat Larantuka. Agendanya adalah sosialisasi RAPBD NTT Tahun Anggaran 2006.

Perjalanan saya yang kedua adalah bulan Juli 2012...itupun tanpa persiapan karena kepulangan saya itu dalam suasana duka. Saya ingin melepas kepergian adik dari bapak saya yang bernama Anton Ike Lein. Beliau meninggal karena terjangkit penyakit TBC ketika bekerja di Sorong Papua..Saya merasa berutang budi karena bapak kecil saya inilah yang membiayai uang masuk kuliah saya untuk tahun pertama di Malang Jawa Timur tahun 1993.


Kerinduan saya yang terdalam adalah ingin berkumpul kembali bersama sanak saudara dan handaitolan di rumah kami yang sederhana dan sangat hangat, merasakan udara dingin nan sejuk yang menusuk hingga ke tulang sumsung, melihat alam pegunungan dan bukit ketika musim kemarau...dan tentu saja menikmati makanan kampung: jagung titi, kacang tanah, minum tuak putih, arak, gula aren, madu hutan dan tentu saja daging panggang tanpa bumbu dapur...





 
Maka, dalam beberapa tahun ini saya terus berdoa dan berharap, semoga suatu hari nanti kerinduan ini akan terbalaskan...dan tentu akan menjadi indah kalau pulang dan menetap selamanya di kampung agar bisa berbakti langsung kepada lewotanah tercinta...

Kamis, Februari 05, 2015

RAT Koperasi Simpan Pinjam Tuak Ehan Tahun Buku 2013-2014


Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Tuak Ehan Jakarta kembali mengadakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2013-2014 pada tanggal 1 Februari 2015 di Rumah Saudara Yohan Lein, Jl.Nusantara I Perum Jatimulya Bekasi Timur. RAT tersebut dihadiri oleh 26 dari 52 anggota koperasi. Berapa Anggota menyatakan tidak hadir karena berhalangan.

Dari Laporan yang disampaikan oleh Ketua Koperasi Fidelis Lein dan Bendahara Hengki Hera tersebut, total asset tahun 2014 sebesar Rp 94.637.904, naik 35% dari tahun 2012 yang sebesar Rp 70.197.134. Total simpanan tahun 2014 sebesar Rp 60.243.723, naik 28% dari tahun 2012 yang sebesar Rp 48.699.500. Nilai pinjaman baru tahun 2014 sebesar Rp 81.336.960, naik 32% dari tahun 2012 yang sebesar Rp 61.500.000.Jumlah anggota yang memanfaatkan pinjaman adalah 29 orang dibandingkan tahun 2012 yang hanya 16 orang anggota. Jumlah piutang pinjaman anggota tahun 2014 Rp 75.700.289 atau naik 29% dibandingkan tahun 2012 yang sebesar Rp 58.841.003. Adapun SHU bersih tahun 2014 adalah sebesar Rp 8.452.265, naik 30% dibanding tahun 2012 yang  sebesar Rp 6.482.994.

RAT Koperasi berhasil menyepakati beberapa hal diantaranya menyangkut penyelesaian tunggakan pinjaman. Untuk tunggakan pinjaman ini, pengurus akan mengirimkan surat pemberitahuan kepada anggota. Mereka diberikan waktu 1 bulan dari tanggal RAT untuk melunasi pinjamannya. Untuk Anggota yang tidak aktif, pengurus diminta menanyakan langsung kepada anggota yang bersangkutan apakah mereka masih berminat menjadi anggota atau tidak. Jika masih ingin menjadi anggota koperasi, mereka diminta untuk melunasi tunggakan simpanan wajibnya s/d Desember 2014. Jika tidak, maka mereka terpaksa dikeluarkan dari keanggotaan koperasi. Seluruh simpanan dan SHU yang menjadi hak mereka akan dikembalikan. RAT juga memutuskan untuk merevisi pembayaran bunga pinjaman bagi anggota yang mengembalikan pinjaman lebih cepat dari komitmen awal selama 10 bulan. 

Menyangkut besarnya pinjaman, bunga dan lamanya pinjaman, RAT sepakat tetap diberikan seperti tahun-tahun sebelumnya. Untuk besarnya pinjaman adalah 2 kali dari nilai simpanan. Bunga 2% saldo menurun dengan batas waktu pinjaman selama 10 bulan. Di luar dari keputusan ini, Pengurus diberi kewenangan untuk memberikan kebijakan khusus kepada anggota yang meminjam, dengan mempertimbangkan pengalaman pinjaman anggota tersebut pada tahun-tahun sebelumnya. Prioritas pinjaman yang pertama adalah untuk modal usaha yang sifatnya produktif, kedua, untuk pendidikan anak ketiga, untuk biaya kesehatan. Pinjaman yang sifatnya konsumstif tetap diberikan tetapi tetap hati-hati agar tidak merugikan koperasi maupun anggota yang bersangkutan dikemudian hari.

RAT juga sepakat untuk membagikan SHU tunai kepada anggota. Jika anggota tidak mengambil SHU tunai, maka SHUnya akan ditambahkan ke Simpanan Sukarelanya. Jika ada tunggakan pinjaman dan simpanan wajib, maka SHUnya dikompensasikan ke sisa Pinjaman atau tunggakan simpanan wajib.